Informasi Tindakan Medis Cabut Kuku di SehatQ.com

SehatQ.com merupakan website resmi seputar tips kesehatan dan informasi mengenai penyakit yang terlengkap serta terpercaya di seluruh Indonesia. Di sini akan diulas sedikit mengenai salah satu prosedur medis di SehatQ.com, yakni cabut kuku atau biasa disebut dalam dunia medis adalah ekstraksi kuku.


Kondisi Yang Memerlukan Cabut Kuku
Cabut kuku atau ekstrakai kuku adalah tindakan medis yang perlu dilakukan ketika adanya masalah pada kuku untuk mencegah infeksi atau mengatasi rasa nyeri. Masalah kuku yang sering terjadi contohnya saja terdapat pertumbuhan abnormal di bagian kuku, baik kuku tangan maupun kaki.

Normalnya, kuku seharusnya tumbuh ke atas dan keluar. Tapi ketika terdapat masalah justru akan sebaliknya, tumbuh dan mendesak ke bagian dalam sehingga jaringan sekitarnya juga terkena masalah. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan reaksi peradangan meliputi kemerahan, nyeri, teraba hangat, bernanah, dan bengkak.

Kelainan pada kuku dapat terjadi karena adanya berbagai penyebab. Misalnya karena terdapat trauma, infeksi, tumor, dan kebiasaan buruk memotong kuku dengan gigi atau dengan cara lain yang tidak semestinya.

Adapun kondisi-kondisi yang memerlukan untuk dilakukan prosedur cabut kuku adalah:
1. Kelainan bentuk kuku
2. Kuku yang tumbuh ke dalam
3. Infeksi jamur
4. Pendeeita diabetes mellitus

Persiapan Cabut Kuku
Tidak ada persiapan khusus yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani prosedur cabut kuku. Anda hanya disarankan untuk menggunakan alas kaki terbuka untuk menghindari tekanan pada kuku, apabila yang terdapat masalah di bagian kuku kaki. Selain itu, Anda sebaiknya juga perlu untuk melepaskan perhiasan yang ada di jari tangan, apabila yang akan dilakukan prosedur cabut kuku adalah kuku tangan.

Sebelum memastikan bahwa tidak diperlukan persiapan khusus, tentunya dokter sudah memeriksa terlebih dahulu pada kondisi Anda dengan detail. Jadi Anda tidak perlu khawatir, dan tetap mengikuti anjuran yang diberikan.

Risiko Prosedur Cabut Kuku
Setiap prosedur tentunya memiliki risiko atau efek samping, baik secara langsung maupun tidak langsung. Risiko swcara langsung yang didapatkan dari prosesur cabut kuku adalah muncul rasa nyeri, bengkak, dan kemerahan pada area kuku di cabut. Sedangkan risiko yang didapatkan secara tidak langsung biasanya berhubungan pada perawatan setelah prisedur cabut kuku, bisa berupa perawatan yang tidak sesuai atau kurang baik.

Infeksi kuku setelah prosedur sabut kuku juga dapat terjadi, berupa keluarnya cairan atau nanah dikarenakan perawatan kuku yang kurang baik. Selain itu, pertumbuhan kuku tidak rata atau berhenti nya pertumbuhan pada kuku. Kuku yang tumbuh ke arah dalam dapat terjadi berulang, apabila terjadi suatu cereda pada bagian tersebut.

Perawatan Setelah Cabut Kuku
Setelah dilakukan prosedur cabut kuku, tentu Anda harus melakukan perawatan dengan baik supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut adalah perawatan yang perlu Anda lakukan:
1. Menjaga area pencabutan kuku tetap dalam kondisi kering dan bersih, sebisa mungkin hindari kondisi yang lembab.
2. Mengoleskan salep antibiotik yang sudah diberikan oleh dokter secara teratur sesuai dengan aturan pakai.
3. Hindari adanya tekanan pada bagian pencabutan kuku.
4. Mengganti perban apabila perban dirasa sudah tidak bagus, tetap pastikan bahwa area pencabutan kuku tertutup oleh perban.

Segera hubungi dokter apabila disekitar area pencabutan kuku terdapat tanda-tanda yang tidak semestinya, seperti mengalami rasa nyeri yang terus-menerus, keluar cairan atau nanah yang berlebih, dan keluhan lain yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Anda juga dapat mengunjungi website sehatQ.com untuk mengetahui informasi lainnya mengenai tindakan medis.

Related Posts

Informasi Tindakan Medis Cabut Kuku di SehatQ.com
4/ 5
Oleh