Apakah Alat Pelindung Diri (APD) Jenis Topi Anti Corona Efektif?

Sebelum mengetahui tentang Alat Pelindung Diri APD, maka Anda harus mengetahui dulu tentang pandemi yang sedang ada di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Saat ini, Indonesia sudah menjadi negara yang termasuk terdampak oleh pandemi virus corona. Akibatnya, harus digunakan beberapa alat pelindung diri yang dipakai baik untuk orang umum atau warga maupun utamanya dipakai tenaga medis.


Standar Penggunaan Alat Pelindung Diri Para Tenaga Medis
Bagi Anda yang ingin tahu apa saja standar dari pelindung diri ketika menangani pasien positif covid-19, maka berikut adalah beberapa alat yang wajib dipakai. Selain wajib dipakai, standar keamanannya harus mengikuti aturan WHO seperti ini.

Sarung Tangan
Sarung tangan yang digunakan oleh tenaga medis harus double, satu untuk bagian dalam dan satunya adalah sarung tangan sekali pakai. Sarung tangan ini terbuat dari karet, jadi setelah menangani satu pasien harus langsung dibuang.

Sepatu Karet
Hampir sama seperti baju yang dimaksudkan di atas, para tenaga medis juga harus mengenakan sepatu karet agar tubuhnya benar-benar tertutupi dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dengan demikian, para tenaga medis bisa diyakini aman.

Itulah beberapa APD yang harus dikenakan oleh semua tenaga medis untuk melindungi diri dari paparan virus corona yang dibawa oleh semua pasien COVID-19. Karena, penularan dari orang yang sudah terinfeksi virus corona bisa terjadi dengan cepat ke orang yang berinteraksi dengan jarak yang cukup dekat.

Masker
Barang ketiga ini juga masih tergolong yang sangat penting, yaitu pelindung masker untuk penutup mulut. Masker biasanya digunakan oleh beberapa orang yaitu, tim medis, orang sakit dan pekerja di jalan seperti polisi atau yang berhubungan dengan banyak orang.

Untuk itu, masker yang direkomendasikan oleh WHO untuk tim medis adalah masker bedah yang bisa menahan cairan yang masuk. Atau bisa juga menggunakan respirator partikulat untuk petugas medis yang tahan dari cairan pada saat mengatasi pasien COVID-19.

Penutup Kepala
Untuk bagian penutup kepala, pada umumnya tim medis menggunakan seperti topi bedah, tapi WHO punya standarisasinya sendiri. Yaitu, penutup kepala yang menutup kepala sekaligus leher. Tapi disarankan agar penutup kepala tersebut terpisah dari baju pelindung utama agar bisa dibuka sendiri tidak bersamaan dengan baju. Dengan begitu, tren sekarang yaitu topi anti corona bisa digunakan.

Apakah Topi Anti Corona Efektif? 
Lalu, setelah melihat semakin minimnya jumlah APD terutama bagi tenaga medis. Banyak orang yang mencari ide bagaimana untuk membuat alat pelindung sendiri yang efektif. Bukan hanya efektif, alat itu perlu juga aman dan tidak membuat para tenaga medis bingung mencari karena kehabisan. Akhirnya, ditemukanlah topi anti corona.

Selain bisa dibuat sendiri, jika beli pun Anda akan bisa mengurangi konsumsi APD yang standarnya khusus untuk tim medis. Jadi, apakah topi anti corona efektif? Jawabannya adalah ya.